28 Apr 2016

Cohort



Studi kohort
Cohort merupakan istilah yang berasal dari bahasa romawi kuno yang artinya sekelompok tentara yang maju bersama-sama ke medan pertempuran studi cohort sebagai studi prospektif  dengan 2 tujuan utama (1) mendeskripsikan insidens suatu kejadian penyakit/masalah kesehatan selama periode waktu tertentu, (2) meneliti hubungan antara faktor risiko dengan efek.
Walaupun studi ini pada dasarnya merupakan studi prospektif, tetapi kohort dapat dibagi menjadi 2 yaitu (1) Studi kohort prospektif apabila faktor risiko, atau faktor penelitian diukur pada awal penelitian, kemudian dilakukan follow up untuk melihat kejadian penyakit dimasa yang akan datang. Lamanya follow up dapat ditentukan berdasarkan lamanya waktu terjadinya penyakit. Sedangkan (2) studi kohort retrospektif dimana faktor risiko dan efek atau penyakit sudah terjadi dimasa lampau sebelum dimulainya penelitian. Dengan demikian variabel tersebut diukur melalui catatan historis. Prinsip studi kohort retrospektif tetap sama dengan kohort prospektif, namun pada studi ini, pengamatan dimulai pada saat akibat (efek) sudah terjadi. Yang terpenting dalam studi retrospektif adalah populasi yang diamati tetap memenuhi syarat populasi kohort, dan yang diamati adalah faktor risiko masa lalu yang diperoleh melalui pencatatan data yang lengkap. Dengan demikian, bentuk penelitian kohort retrospektif hanya dapat dilakukan, apabila data tentang faktor risiko tercatat dengan baik sejak terjadinya paparan pada populasi yang sama dengan efek yang ditemukan pada awal pengamatan. Berikan komentarnya!

lanjut ke studi 4

15 komentar:

  1. NAMA : eko Larasaty
    NPM : 15410092

    Menurut saya, karena penelitian kohort diikuti dalam suatu periode tertentu, maka rancangannya dapat bersifat restropektif dan prospektif, tergantung pada kapan terjadinya paparan pada saat peneliti mau mengadakan penelitian.
    Rancangan penelitian kohort prospektif, jika paparan sedang atau akan berlangsung, pada saat penelitian memulai penelitiannya. Rancangan kohotr retrospektif, jika paparan telah terjadi sebelum peneliti memulai penelitiannya. Jenis penelitian ini sering disebut sebagai penelitian prospektif historik.

    BalasHapus
  2. Nama : Dwi Laraspeny
    NPM : 15410091

    Menurut saya, Jenis penelitian kohort yaitu kohort prospektif dan kohort retrospektif. Kelebihan penelitian sesuai dengan logika studi eksperimental, Dapat menghitung besarnya risiko, meneliti paparan yang langka, mempelajari beberapa efek, terhindar dari bias seleksi dan bias recall, tidak ada subjek sengaja dirugikan, menghitung laju insiden , Hubungan sebab akibat lebih jelas dan meyakinkan. Kelemahan dari penelitian kohort dana banyak dan waktu lama,Tidak efisien untuk penyakit yang jarang dapat kehilangan subjek, tidak dapat meneliti paparan lain, retrospektif butuh catatan yang lengkap dan akurat. Pelaksanaan terdiri dari menentukan kelompok yang diteliti, Penetapan sampel, Pengambilan data dan pencatatan :, Pengolahan dan analisis data hasil penelitian.

    BalasHapus
  3. NAMA : DEBORA PUJI ASTUTI
    NPM: 15410017
    Menurut saya, studi kohort memerlukan biaya yang lebih mahal dan butuh waktu lama.Pada kohort retrospektif, butuh data sekunder yang lengkap dan handal, tidak efisien dan tidak praktis untuk kasus penyakit langka serta risiko untuk hilangnya subyek selama penelitian, karena migrasi, partisipasi rendah atau meninggal, selain itu studi kohort juga rawan terhadap bias. Akan tetapi studi kohort bermanfaat untuk mempelajari beberapa akibat dari suatu paparan dan menghitung laju insidensi dan membantu kesesuaian logika normal dalam membuat inferensi kausal.

    BalasHapus
  4. NAMA : RUSDIYANTI
    NPM : 15410014
    Menurut saya studi kohort mempunyai kelebihan dan kekurangan,kelebihannya studi kohort dapat menghitung laju insiden suatu penyakit dan akibat dari suatu paparan dan membantu kesesuaian dengan logika normal dengan membuat dalam membuat inferensi kausal ,studi kohort juga dpt digunakan untuk meneliti paparan langka,disamping itu kohort studi kohort juga mempunyai kekurangan diantaranya;membutuhkan waktu lama dan biaya tg cukup mahal,pada kohort retrospektif dibutuhkan data skunder yg akurat,mempunyai resiko hilangnya subyek selama penelitian,dan kurang praktis untuk kasus penyakit langka,jadi studi kohort retrospektif maupun prosfektif sama sama dapat digunakan mendeskripsikan insiden suatu masalah/kejadian kesehatan dlm waktu tertentu.

    BalasHapus
  5. Menurut saya : studi kohort adalah sebuah rancangan penelitian dimana peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dan tidak terpapar, kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidak efek atau penyakit yang timbul.
    Pada awal subjek penelitian harus bebas dari penyakit/masalah kesehatan, dari hasil pengamatan setelah rentang waktu yang ditentukan, dianalisis dengan teknik tertentu sehingga dapat disimpulkan apakah ada hubungan paparan dengan penyakit atau efek yang terjadi.

    BalasHapus
  6. Menurut saya : studi kohort adalah sebuah rancangan penelitian dimana peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dan tidak terpapar, kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidak efek atau penyakit yang timbul.
    Pada awal subjek penelitian harus bebas dari penyakit/masalah kesehatan, dari hasil pengamatan setelah rentang waktu yang ditentukan, dianalisis dengan teknik tertentu sehingga dapat disimpulkan apakah ada hubungan paparan dengan penyakit atau efek yang terjadi.

    BalasHapus
  7. Menurut saya : studi kohort adalah sebuah rancangan penelitian dimana peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dan tidak terpapar, kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidak efek atau penyakit yang timbul.
    Pada awal subjek penelitian harus bebas dari penyakit/masalah kesehatan, dari hasil pengamatan setelah rentang waktu yang ditentukan, dianalisis dengan teknik tertentu sehingga dapat disimpulkan apakah ada hubungan paparan dengan penyakit atau efek yang terjadi.

    BalasHapus
  8. Nama : Siti Rahayu
    NPM : 15410016

    Kekuatan dari studi kohort adalah dapat menetapkan urutan waktu kejadian, dapat menghitung dengan akurat jumlah paparan yang dialami populasi. Kelemahannya adalah tidak efisien dan praktis untuk mempelajari kasus yang langka, mahal, dan membutuhkan banyak waktu.Studi kohort memiliki karakteristik, bersifat observasional, pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat, terdapat kelompok kontrol, terdapat hipotesis spesifik , sumber datanya menggunakan data sekunder pada studi retrospektif . Jadi studi kohort retrospektif maupun prosfektif sama sama dapat digunakan mendeskripsikan insiden suatu masalah/kejadian kesehatan dlm waktu tertentu.

    BalasHapus
  9. Nama : Retina Saptarisa
    NPM : 15410013
    Menurut saya, studi kohort merupakan studi yang paling tepat digunakan untuk menentukan insidens dan perjalanan penyakit atau efek yang diteliti,karena pengamatan dilakukan secara kontinyu dan longitudinal, peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dan tidak terpapar, kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidak efek atau penyakit yang timbul,studi kohort memiliki kekuatan yang andal untuk meneliti berbagai masalah kesehatan yang makin meningkat. Akan tetapi memiliki kelemahan pada waktu yang lama dan biaya yang mahal,kurang efisien untuk kasus yang jarang terjadi

    BalasHapus
  10. NAMA : EKA KURNIASIH
    NPM : 15410015

    Menurut saya, studi kohort merupakan desain terbaik untuk kasus kasus yang bersifat fatal dan progresif dalam menentukan insidens dan perjalanan penyakit/efek yang diteliti namun membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal

    BalasHapus
  11. Nama : I.ketut Wijana
    NPM : 15410009
    studi kohort adalah sebuah studi dengan dua atau lebih kelompok orang (kohort) yang memiliki karakteristik serupa. Satu kelompok menerima pengobatan, terkena faktor risiko atau memiliki gejala tertentu dan kelompok lainnya tidak. Penelitian ini mengikuti perkembangan mereka dari waktu ke waktu dan mencatat apa yang terjadi. Lihat juga studi observasi.
    Seperti halnya satu studi , studi ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan .
    Kelebihan Dari studi ini adalah :
    1) Studi kohort merupakan desain yang terbaik dalam menentukan insidens dan perjalanan penyakit atau efek yang diteliti.
    2) Studi kohort yang baik dalam menerangkan hubungan antara factor-faktor resiko dengan efek secara temporal.
    3) Studi kohort merupakan pilihan terbaik untuk kasus yang bersifat fatal dan progesif.
    4) Studi kohort dapat dipakai untuk meneliti beberapa efek sekaligus dari suatu factor resiko tertentu.
    5) Karena pengamatan dilakukan secara kontinyu dan longitudinal, studi kohort memiliki kekuatan yang andal untuk meneliti berbagai masalah kesehatan yang makin meningkat.
    Adapun kelemahan dari studi ini adalah ;
    1) Studi kohort biasanya memerlukan waktu yang lama
    2) Sarana dan biaya biasanya mahal
    3) Studi kohort sering kali rumit
    4) Kurang efisien segi waktu maupun biaya untuk meneliti kasus yang jarang terjadi
    5) Terancam terjadinya drop out atau terjadinya perubahan intensitas pajanan atau factor resiko dapat mengganggu analisis hasil
    6) Dapat menimbulkan masalah etika oleh karena peneliti membiarkan subyek terkena pajanan yang dicurigai atau dianggap dapat merugikan subyek.

    BalasHapus
  12. Nama : Nurhayati
    NPM : 15410086

    Menurut Saya Studi Kohort prosfektif lebih tepat digunakan dalam penelitian karena dampak atau hasil pengamatan dapat diketahui dengan lengkap. Pada study Kohort prosfektif meskipun memakan waktu yang lebih lama karena harus menunggu hasil atau dampak perlakuan, tetapi detail setiap perubahan atas suatu perlakuan terhadap sampel dapat terpantau dengan baik.Sehingga kesimpulan yang didapatkan mendekati kebenaran.
    Sedangkan studi Kohort Retrospektif memiliki kelemahan apabila catatan dampak atau hasil penelitian tidak tercatat dengan baik maka untuk mencari informasi sulit dilakukan mengingat rentang terjadinya sudah lampau.Sampel yang ditanya kembali tentang sesuatu yang sudah lampau sering memberikan jawaban tidak pasti, dengan demikian kemungkinan bias pada hasil penelitian lebih besar. Akibatnya kita bisa salah dalam mengambil kesimpulan.

    BalasHapus
  13. Nama : Yuli Eka Susanti
    NPM : 15410010
    Menurut saya, pada studi kohort prospektif, dapat dibedakan menjadi studi kohor prospektif dengan pembanding internal dan eksterna. Studi kohort prospektif dengan pembanding interna, kohort yang terpilih sama sekali belum terpapar oleh faktor risiko dan belum mengalami efek, kemudian sebagian terpapar secara alamiah lalu dilakukan deteksi kejadian efek pada kedua kelompok tersebut
    Studi kohort prospektif dengan pembanding eksternal, ada kelompok yang terpapar faktor risiko namun belum memberikan efek dan kelompok lain tanpa paparan dan efek
    2. Studi kohort retrospektif
    Pada studi kohort retrospektif, faktor risiko dan efek atau penyakit sudah terjadi dimasa lampau sebelum dimulainya penelitian. Dengan demikian variabel tersebut diukur melalui catatan historis.
    Prinsip studi kohort retrospektif tetap sama dengan kohort prospektif, namun pada studi ini, pengamatan dimulai pada saat akibat (efek) sudah terjadi. Yang terpenting dalam studi retrospektif adalah populasi yang diamati tetap memenuhi syarat populasi kohort, dan yang diamati adalah faktor risiko masa lalu yang diperoleh melalui pencatatan data yang lengkap. Dengan demikian, bentuk penelitian kohort retrospektif hanya dapat dilakukan, apabila data tentang faktor risiko tercatat dengan baik sejak terjadinya paparan pada populasi yang

    BalasHapus
  14. Nama : Marlinda
    NPM : 15410082
    Menurut saya,Studi Kohort adalah studi yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dan efek (penyakit atau masalah kesehatan), dengan memilih kelompok studi berdasarkan perbedaan faktor risiko. Kemudian mengikuti sepanjang periode waktu tertentu untuk melihat berapa banyak subjek dalam masing-masing kelompok yang mengalami efek penyakit atau masalah kesehatan.

    BalasHapus
  15. Nama : Lilis Suryani
    Npm : 15410044
    Menurut saya, Jenis penelitian kohort yaitu kohort prospektif dan kohort retrospektif. Kelebihan penelitian sesuai dengan logika studi eksperimental, Dapat menghitung besarnya risiko, meneliti paparan yang langka, mempelajari beberapa efek, terhindar dari bias seleksi dan bias recall, tidak ada subjek sengaja dirugikan, menghitung laju insiden , Hubungan sebab akibat lebih jelas dan meyakinkan. Kelemahan dari penelitian kohort dana banyak dan waktu lama,Tidak efisien untuk penyakit yang jarang dapat kehilangan subjek, tidak dapat meneliti paparan lain, retrospektif butuh catatan yang lengkap dan akurat. Pelaksanaan terdiri dari menentukan kelompok yang diteliti, Penetapan sampel, Pengambilan data dan pencatatan :, Pengolahan dan analisis data hasil penelitian.

    BalasHapus