14 Mei 2013

Bahan & Risiko Bahaya


Topik 4 : Bahan & Risiko Bahaya




 Lingkungan kerja merupakan keadaan yang mempengaruhi pekerja yang dapat berupa kondisi, alat & bahan kerja, cara kerja, tempat kerja, dll yang terkadang dapat menimbulkan bahaya. Sehingga dalam keadaan tertentu yang berisiko bahaya harus dilakukan tindakan pengendalian baik oleh pekerja maupun pengusaha.
Bahaya (Hazard), merupakan suatu kondisi dimana dapat menimbulkan kerusakan harta benda, penyakit, ataupun penurunan kemampuan dalam melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan, atau suatu kondisi yang berpotensi untuk terjadinya kecelakaan / kerugian.







Sedangkan Risiko (Risk) adalah kemungkinan terjadinya kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus operasi tertentu dan kesempatan untuk terjadinya kerugian maupun kecelakaan,seluruh karyawan dari semua tingkatan atau level wajib untuk melakukan pengenalan atau identifikasi terhadap bahaya pada setiap lokasi kerja atau pekerjaan yang akan dilakukan.
Bagaimana pengendaliannya, berikut merupakan langkah pengedalian (Hierarchy of Control) yang terdiri dari 5 pengendalian.

 Eliminasi, adalah menghilangkan penggunaaan suatu bahan/mesin/peralatan atau proses dalam suatu rangkaian proses.
Subtitusi, yaitu proses mengganti dengan bahan/mesin/peralatan/proses lain yang memiliki potensi bahaya yang rendah.
Rekayasa teknik atau yang biasa disebut Engineering control, yaitu mendesain ulang suatu proses/peralatan/mesin yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu dengan cara; kegiatan pemberian batas mendesain ulang menjadi proses semi tertutup atau tertutup total, pemisahan lokasi proses yang berbahaya dari operator, penyediaan ventilasi yang memadai dan sebagainya.
Tindakan Administrasi atau Admninistrative Control, yaitu merubah metode dengan cara pemabatasan ijin masuk dalam daerah berbahaya,pembatasan paparan kerja,menjaga kebersihan atau kerapihan (housekeeping), penetapan prosedur kerja penanganan bahan yang aman, melakukan inspeksi secara teratur, melakukan pelatihan kerja bagi setiap karyawan dan sebagainya.
Alat Pelindung Diri (APD), yaitu merupakan cara terakhir yang efektif dalam menghadapi bahaya dengan menggunakan alat pelindung diri seperti Ear plug/ear muff,helmet,safety shoes,safety glasses,safety gloves, masker, dan safety harness

Bagaimana faktor tersebut dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/bahaya yang ditimbulkan? Sedangkan apa & bagaimana bagi saudara yang bekerja pada pelayanan kesehatan? Setelah memberikan komentarnya kami persilahkan saudara klik Topik 5

49 komentar:

  1. faktor lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/bahaya yang ditimbulkan?

    a. Faktor Fisik :
    Yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    - Suara tinggi/bising : Ketulian
    - Temperatur/suhu tinggi : Heat Cramp, Heat Exhaustion,
    Heat Stroke.
    - Temperatur rendah : Frosbite
    - Radiasi Non Mengion : Infra merah (katarak), ultraviolet (konjungtivitis).
    - Radiasi Mengion : radioaktrif/alfa/beta/gama/X (kerusakan sel tubuh manusia)
    - Tekanan udara tinggi : Coison Disease
    - Getaran lokal : Reynaud’s Disease, Polineuritis
    - Getaran umum : Gangguan proses metabolisme.


    b. Faktor Kimia
    Yaitu potesni bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap. asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh.
    - Asal : bahan baku, bahan tambahan, hasil antara, hasil
    samping, hasil (produk), sisa produksi atau
    bahan buangan.
    - Bentuk : zat padat, cair, gas, uap maupun partikel.
    - Masuk tubuh : melalui saluran pernafasan, saluran
    pencernaan, kulit dan mukosa
    - Waktu Masuk : secara akut dan secara kronis
    - Efek thd tubuh : iritasi, alergi, korosif, asphyxia, keracunan sistemik, kanker, kerusakan / kelainan janin, pneumoconiosis, efek bius (narkose), Pengaruh genetic.


    c. Faktor Biologi
    Yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.
    - Viral : Rabies, Hepatitis
    - Bakterial : Anthrax, Leptospirosis,
    Brucellosis, TBC, Tetanus
    - Fungal : Dermatophytoses,
    Histoplasmosis
    - Parasitic : Ancylostomiasis,
    Schistosomiasis.


    d. Faktor Ergonomi/fisiologi
    Yaitu potensi bahaya yang berasal atau yang disebabkan oleh penerapan ergonomi yang tidak baik atau tidak sesuai dengan norma-norma ergonomi yang berlaku, dalam melakukan pekerjaan serta peralatan kerja, termasuk : sikap dan cara kerja yang tidak sesuai, pengaturan kerja yang tidak tepat, beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja ataupun ketidakserasian antara manusia dan mesin.
    - Penyebab : cara kerja, posisi kerja, alat kerja,
    lingkungan kerja , kontruksi tidak
    ergonomis.
    - Efek thd tubuh : kelelahan fisik, nyeri otot, deformitas
    tulang, perubahan bentuk, dislokasi.


    e. Faktor Psikososial
    Yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis keenagakerjaan yang kurang baik atau kurang mendapatkan perhatian seperti : penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan bakat, minat, kepribadian, motivasi, temperamen atau pendidikannya, sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja yang tidak sesuai, kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya sebagai akibat kurangnya latihan kerja yang diperoleh, serta hubungan antara individu yang tidak harmoni dan tidak serasi dalam organisasi kerja. Kesemuanya tersebut akan menyebabkan terjadinya stress akibat kerja.
    - Penyebab : Organisasi kerja (type
    kepemimpinan, Hubungan kerja,
    Komunikasi, keamanan, Type kerja
    (monoton, berulang-ulang, kerja
    berlebihan, kerja kurang, kerja shif,
    terpencil)
    - Akibat : stress, psikosomatis, somatis.

    BalasHapus
  2. Penerangan cukupnya sinar yang masuk ke dalam ruang kerja masing-masing karyawan perusahaan. Penerangan yang ada harus sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu terang tetapi juga tidak terlalu gelap. Dengan sistem penerangan yang baik diharapkan karyawan akan menjalankan tugasnya dengan lebih teliti, sehingga kesalahan karyawan dalam bekerja dapat diperkecil.
    dilingkungan
    Temperatur udara atau suhu udara terlalu panas bagi karyawan akan dapat menjadi penyebab menurunnya kepuasan kerja para karyawan, sehingga akan menimbulkan kesalahan-kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
    Suara bising Karyawan memerlukan suasana yang dapat mendukung konsentrasi dalam bekerja, suasana bising yang bersumber dari mesin-mesin pabrik maupun dari kendaraan umum akan menganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja.
    Keamanan kerja merupakan faktor penting yang perlu juga diperhatikan oleh perusahaan. Kondisi kerja yang aman akan membuat karyawan tenang dalam bekerja, sehingga meningkatkan produktivitas karyawan.
    dengan melakuka alat pelindungan diri kl melakukan tindakan heating mengunakan hansenscoon,mengunakan masker memeriksa pasien

    BalasHapus
  3. - Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  4. Faktor Fisik:
    - Suara: Dapat menyebabkan ketulian

    - Temperature:
    > Suhu Tinggi: Dapat menyebabkan Heat Cramp, Heat Stroke
    >Suhu Rendah: Dapat mengakibatkan Frosbite

    - Radiasi:
    > Non Mengion: misalnya INFRAMERAH dapat mengakibatkan katarak
    > Mengion: misalnya Radioaktif dapat mengakibatkan kerusakan pada sel tubuh manusia

    - Getaran umum: Dapat mengakibatkan gangguan proses metabolisme

    Faktor Kimia:
    Faktor kimia, berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam sistem produksi.
    faktor ini dapat memasuki tubuh melalui:
    - Pernapasan (inhalation)
    - Melalui Mulut kemudian ke saluran pencernaan (ingestion)
    - Melalui Kulit (skin contact).

    jenis bahan kimia yang mampu berpengaruh terhadap tubuh tergantung kepada jenis kontaminan.
    bentuk potensi bahaya misalnya: debu, gas, uap, asap, daya racun bahan (toksisitas).

    efek yang mampu terjadi pada tubuh:
    - Iritasi
    - Alergi
    - Korosif
    - Kanker
    - Kelainan Janin
    - Pengaruh Genetik

    Faktor Biologi:
    Bahaya yang berasal dari kuman yang berada di udara, atau dari manusia yang memiliki sumber penyakit tertentu, misal:
    - TBC
    - Hepatitis A/B
    - AIDS
    - dll

    contoh penyakit yang diakibatkan oleh kuman:
    - Viral (Rabies, Hepatitis)
    - Bakteri (Anthrax, TBC, Tetanus)
    - Fungal (Dermatophytoses)
    - Parasitic (Schistosomiasis)

    Faktor Ergonomi:
    Penyebab:
    - Cara Kerja
    - Posisi Kerja
    - Alat Kerja
    - Lingkungan Kerja
    - Konstruksi tidak Ergonomis

    Dampak:
    - Kelelahan Fisik
    - Nyeri Otot
    - Deformitas Tulang
    - Perubahan Bentuk
    - Dislokasi

    Faktor Psikososial:
    Penyebab:
    - Hubungan Kerja
    - Keamanan Kerja
    - Type cara bekerja

    Dampak:
    - Stress
    - Somatis
    - dll

    sedangkan bagi yang bekerja dibidang kesehatan, semua faktor memiliki potensi menyebabkan bahaya kesehatan, misal bahan kimia pada obat, inhalation,skin contact, maupun ingestion.

    BalasHapus
  5. A. Potensi bahaya mempunyai potensi untuk mengakibatkan kerusakan dan kerugian kepada:

    1)manusia yang bersifat langsung maupun tidak langsung terhadap pekerjaan,
    2)properti termasuk peratan kerja dan mesin-mesin.
    3)lingkungan, baik lingkungan di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan,
    4)kualitas produk barang dan jasa.
    5)nama baik perusahaan.


    C. Potensi bahaya di tempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut

    1.Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.

    2.Potensi bahaya kimia, yaitu potesni bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap.asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh.
    3.Potensi bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.
    4.Potensi bahaya fisiologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau yang disebabkan oleh penerapan ergonomi yang tidak baik atau tidak sesuai dengan norma-norma ergonomi yang berlaku, dalam melakukan pekerjaan serta peralatan kerja, termasuk : sikap dan cara kerja yang tidak sesuai, pengaturan kerja yang tidak tepat, beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja ataupun ketidakserasian antara manusia dan mesin.
    5.Potensi bahaya Psiko-sosial, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis keenagakerjaan yang kurang baik atau kurang mendapatkan perhatian seperti : penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan bakat, minat, kepribadian, motivasi, temperamen atau pendidikannya, sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja yang tidak sesuai, kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya sebagai akibat kurangnya latihan kerja yang diperoleh, serta hubungan antara individu yang tidak harmoni dan tidak serasi dalam organisasi kerja. Kesemuanya tersebut akan menyebabkan terjadinya stress akibat kerja.
    6.Potensi bahaya dari proses produksi, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh bebarapa kegiatan yang dilakukan dalam proses produksi, yang sangat bergantung dari: bahan dan peralatan yang dipakai, kegiatan serta


    Dari sudut pandang kesehatan menurut saya:

    Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan sejahtera.Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat, membuat berbagai peraturan, petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya.

    BalasHapus
  6. faktor2nya :
    1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    a) Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.
    Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi.

    b) Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan

    c) Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor.

    d) getaran

    pada pelayanan kesehatan kita dapat mencegah bahaya dengan menggunakan APD seperti handscon:dilakukan saat melakukan pertolongan persalian,masker pada saat pemeriksaan pasien TB,scot untuk menghindari percikan darah pada saat menolong persalinan,sepatu/sendal tertutup untuk melindungi dari darah atau kotoran lain pada saat menolong persalinan.

    BalasHapus
  7. - Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  8. Faktor Biologi,Bahaya yang berasal dari kuman yang berada di udara, atau dari manusia yang memiliki sumber penyakit tertentu.
    Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita.
    Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja
    Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan.
    untuk pelayan kesehatan sangat mempengaruhi karena keselamatn kerja

    BalasHapus
  9. 1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    3. Potensi bahaya kimia, yaitu potensi bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap. asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh. Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh dapat melalui:
    o Pernapasan ( inhalation ),
    o Kulit (skin absorption )
    o Tertelan ( ingestion )
    • Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut,kronis atau kedua-duanya.
    4. bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Dimana pun Anda bekerja dan apa pun bidang pekerjaan Anda, faktor biologi merupakan salah satu bahaya yang kemungkinan ditemukan ditempat kerja. Maksudnya faktor biologi eksternal yang mengancam kesehatan diri kita saat bekerja. Namun demikian seringkali luput dari perhatian, sehingga bahaya dari faktor ini tidak dikenal, dikontrol, diantisipasi dan cenderung diabaikan sampai suatu ketika menjadi keadaan yang sulit diperbaiki.
    5. Potensi bahaya Psiko-sosial, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis keenagakerjaan yang kurang baik atau kurang mendapatkan perhatian seperti : penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan bakat, minat, kepribadian, motivasi, temperamen atau pendidikannya, sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja yang tidak sesuai, kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya sebagai akibat kurangnya latihan kerja yang diperoleh, serta hubungan antara individu yang tidak harmoni dan tidak serasi dalam organisasi kerja. Kesemuanya tersebut akan menyebabkan terjadinya stress akibat kerja.

    sementara untuk tenaga kesehatan faktor - faktor tersebut sangat berpotensi menyebabkan bahaya kesehatan jika pekerja tersebut tidak melindungi dirinya ndengan ketentuan yang telah di tentukan misal tenega laboratorium, dan tenaga kesehatan lainnya.

    BalasHapus
  10. Faktor Fisika, misalnya penerangan yang kurang baik pada perusahaan jahit maka bisa saja karyawan tertusuk jarum jahit.
    - Faktor biologi, misalnya virus menyebabkan orang di lingkungan kerja mudah terinfeksi
    - Faktor kimia, misalnya gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan dan gangguan pada pernafasan
    - Faktor ergonomi, misalnya tenaga terlalu diporsir bisa membuat kelelahan dan kurang tidur.
    - Faktor Psikologi, misalnya hubungan dengan rekan kerja, apabila hubungannya tidak baik maka membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    BalasHapus
  11. Setiap tempat kerja selalu mengandung bebagai potensi bahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja atau dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat kerja.dimana potensi bahaya menyebabkan terjadinya kerugian,kerusakan,cidera,sakit,kecelakaan,atau bahkan dapat menyebabkan kematian.
    Lingkungan kerja yang tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan kerja sehingga dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
    Masalah kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium.merupakan kecelakaan kerja apabila yang menjadi korban adalah petugas laboratorium itu sendiri.Untuk itu maka petugas kesehatan sebelum melakukan tindakan di anjurkan untuk menggunakan pelindung diri seperti:masker dan handscoon











    BalasHapus
  12. 1. Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    2. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    3. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    4. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    5. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    Balas

    BalasHapus
  13. Faktor dari cairan kimia,asap,dan peralatan kera,terkena tubuh secara terus menerus sehingga berdampak kecelakaan karena pekerjaan.
    Dalam pelayanan kesehatan: beresiko pula ketika ada bagian tubuh dlm keadaan luka dan saat itu tidak memakai handscon/APD sehingga dpt tertular penyakit dr si pasien melalui darah.oleh sebab itu alat pelindung diri sangat penting untuk keselamatan tenaga kesehatan

    BalasHapus
  14. Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,
    Faktor biologi,ex pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat menyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    Faktor Psikologi, suasana perkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    BalasHapus
  15. - Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.
    sedangkan bagi yang bekerja dibidang kesehatan, semua faktor memiliki potensi menyebabkan bahaya kesehatan, misal bahan kimia pada obat, inhalation,skin contact, maupun ingestion.

    BalasHapus
  16. A. Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    B. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    C. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    D. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    E. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikian juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  17. Potensi bahaya di tempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut :

    1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    a) Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.

    b) Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan (Slamet, 2006). Sedangkan kebisingan sering digunakan sebagai istilah untuk menyatakan suara yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh kegiatan manusia atau aktifitas- aktifitas alam (Schilling, 1981).

    c) Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor. Oleh karena itu penerangan dalam lingkungan kerja harus cukup untuk menimbulkan kesan yang higienis. Disamping itu cahaya yang cukup akan memungkinkan pekerja dapat melihat objek yang dikerjakan dengan jelas dan menghindarkan dari kesalahan kerja.

    d) Getaran
    • Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo, lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten.
    • Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan

    2. Potensi bahaya kimia, yaitu potensi bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion(melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap. asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh. Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh dapat melalui:
    • Pernapasan ( inhalation ),
    • Kulit (skin absorption )
    • Tertelan ( ingestion )
    • Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut,kronis atau kedua-duanya.

    3. Potensi bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.

    4. Potensi bahaya fisiologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau yang disebabkan oleh penerapan ergonomi yang tidak baik atau tidak sesuai dengan norma-norma ergonomi yang berlaku, dalam melakukan pekerjaan serta peralatan kerja, termasuk : sikap dan cara kerja yang tidak sesuai, pengaturan kerja yang tidak tepat, beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja ataupun ketidakserasian antara manusia dan mesin.

    BalasHapus
  18. Faktor lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/bahaya yang ditimbulkan?

    a. Faktor Fisik :
    Yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    - Suara tinggi/bising : Ketulian
    - Temperatur/suhu tinggi : Heat Cramp, Heat Exhaustion
    ,
    b.Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja

    c. Faktor Kimia:
    Faktor kimia, berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam sistem produksi.
    faktor ini dapat memasuki tubuh melalui:
    - Pernapasan (inhalation)
    - Melalui Mulut kemudian ke saluran pencernaan (ingestion)
    - Melalui Kulit (skin contact).
    d.Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja
    Bagi yang bekerja dibidang kesehatan, semua faktor memiliki potensi menyebabkan bahaya kesehatan, misal bahan kimia pada obat, inhalation,skin contact, maupun ingestion.

    BalasHapus
  19. Penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok :
    1. Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu yang tidak aman dari:
    Peralatan / Media Elektronik, Bahan dan lain-lain
    Lingkungan kerja
    Proses kerja
    Sifat pekerjaan
    Cara kerja
    2. Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu perbuatan berbahaya dari manusia, yang dapat terjadi antara lain karena:
    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana
    Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect)
    Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh.
    Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik
    Beberapa contoh kecelakaan yang banyak terjadi di Tempat Kerja Kesehatan :
    1. Terpeleset , biasanya karena lantai licin.
    Terpeleset dan terjatuh adalah bentuk kecelakaan kerja yang dapat terjadi di Tempat Kerja Kesehatan.
    Akibat :
    Ringan à memar
    Berat à fraktura, dislokasi, memar otak, dll.
    Pencegahan :
    Pakai sepatu anti slip
    Jangan pakai sepatu dengan hak tinggi, tali sepatu longgar
    Hati-hati bila berjalan pada lantai yang sedang dipel (basah dan licin) atau tidak rata konstruksinya.
    Pemeliharaan lantai dan tangga
    2. Mengangkat beban
    Mengangkat beban merupakan pekerjaan yang cukup berat, terutama bila mengabaikan kaidah ergonomi.
    Akibat : cedera pada punggung
    Pencegahan :
    Beban jangan terlalu berat
    Jangan berdiri terlalu jauh dari beban
    Jangan mengangkat beban dengan posisi membungkuk tapi pergunakanlah tungkai bawah sambil berjongkok
    Pakaian penggotong jangan terlalu ketat sehingga pergerakan terhambat.

    BalasHapus
  20. 1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    - Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan

    - Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi.

    - Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor.

    Untuk diri kita selaku pekerja yg bekerja dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat perlu diperhatikan, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, seperti pertolongan partus pd persalinan ibu hamil.
    karena pd saat persalinan hal itu perlu utk diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dlm pertolongan persalinan.

    BalasHapus
  21. - Faktor Fisika,potensi bahaya yang dapat menyebabakan gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja seperti suara bising dan penerangan yang kurang baik dapat menyebabkan kita tidak dapat mendengar dan melihat dengan jelas serta dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan akibat geteran yang terlalu kuat
    - Faktor Kimia, bahaya yang berasal dari bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi potensi bahaya tersebut dapat mempengaruhi tubuh melalui pernapasan akibat adanya gas,debu, uap asap yang dapat menyebabkan kita keracunan dan terganggunya pernafasan
    - faktor biologi
    potensi bahaya yang berasal dari kuman-kuman penyakit yang terdapat diudara yang dapat menyebabkan tenaga kerja terjangkit penyakit tertentu.
    -Faktor ergonomi
    potensi bahaya yang berasal dari penerapan ergonomi yang tidak baik seperti berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan dan akibatnya kita tidak dapat berkonsentrasi dengan baik saat bekerja.
    - Faktor psiologi
    merupakan aspek psiologis ketenaga kerjaan yang kurang baik seperti penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keterampilan atau beban kerja yang terlalu berat sehingga membuat kita tidak nyaman dalam bekerja.

    BalasHapus
  22. Faktor – factor tersebut dapat menimbulkan bahaya dari zat – zat kimia yang ditimbulkan yang dapat mengakibat pakerja keracunan, kuman- kuman biologis yang dI hasilkan yang bertebaran di udara bias menimbulkan penyakit Ispa, TB paru dll, tidak menempatkan pekerja pada kondisi atau tidak sesuai dengan keahliannya ini bias menimbulkan bahaya pada saat menjalankan pekerjaan sehingga reriko kecelakaan kerja sangat besar.

    BalasHapus
  23. Faktor lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya:
    -Physical hazards: suara bising, radiasi, getaran, temperatur
    -Chemical hazards: zat beracun, debu, uap berbahaya
    -Mechanical hazards: mesin, alat-alat bergerak
    -Electrical hazards: arus listrik, percikan bunga api listrik
    -Ergonomic hazards: ruangan sempit, mengangkat, mendorong,dsb
    -Behavioral hazards: tidak mematuhi peraturan, kurangnya ketrampilan kerja
    -Environmental hazards: cuaca buruk, api, berkerja di tempat tak rata
    -Biological hazards: virus, bakteri, jamur, parasit
    -Psychosocial hazards: waktu kerja yang lama, tekanan atasan, trauma.

    Bahaya yang ditimbulkan dari hal-hal di atas adalah bahaya yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian pada pekerja.

    Di bidang kesehatan, segala macam tindakan akan memiliki resiko yang dapat menyebabkan bahaya, banyak contoh misalkan pd penggunaan alat dan obat serta zat-zat kimia dll.

    BalasHapus
  24. Faktor Lingkungan yang dapat menyebabkan bahaya serta dampak yang ditimbulkan adalah :
    1. Faktor Fisika:
    - Suara: Dapat menyebabkan ketulian

    - Temperature:
    > Suhu Tinggi: Dapat menyebabkan Heat Cramp, Heat Stroke
    >Suhu Rendah: Dapat mengakibatkan Frosbite

    - Radiasi:
    > Non Mengion: misalnya INFRAMERAH dapat mengakibatkan katarak
    > Mengion: misalnya Radioaktif dapat mengakibatkan kerusakan pada sel tubuh manusia

    - Getaran umum: Dapat mengakibatkan gangguan proses metabolisme
    Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi

    2. Faktor kimia:
    Faktor kimia, berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam sistem produksi.
    faktor ini dapat memasuki tubuh melalui:
    - Pernapasan (inhalation)
    - Melalui Mulut kemudian ke saluran pencernaan (ingestion)
    - Melalui Kulit (skin contact).

    jenis bahan kimia yang mampu berpengaruh terhadap tubuh tergantung kepada jenis kontaminan.
    bentuk potensi bahaya misalnya: debu, gas, uap, asap, daya racun bahan (toksisitas).

    efek yang mampu terjadi pada tubuh:
    - Iritasi
    - Alergi
    - Korosif
    - Kanker
    - Kelainan Janin
    - Pengaruh Genetik

    3. Faktor Biologi:
    Bahaya yang berasal dari kuman yang berada di udara, atau dari manusia yang memiliki sumber penyakit tertentu, misal:
    - TBC
    - Hepatitis A/B
    - AIDS
    - dll

    contoh penyakit yang diakibatkan oleh kuman:
    - Viral (Rabies, Hepatitis)
    - Bakteri (Anthrax, TBC, Tetanus)
    - Fungal (Dermatophytoses)
    - Parasitic (Schistosomiasis)


    Sedangkan dari sudut pandang kesehatan:
    Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan sejahtera.Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat, membuat berbagai peraturan, petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya.

    BalasHapus
  25. 1.Faktor fisika
    Bising dapat mempengaruhi pendengaran,suara yg terlalu bising dapat merusak telinga. Sebagai tenaga kesehatan bisa memberikan anjuran untuk menggunakan penutup telinga semacam peredam suara yang diletakkan di telinga digunakan oleh para si pelaku kebisingan contohnya:para pekerja yg bekerja sebagai tukang kayu yg setiap hari harus mendengarkan suara dari mesin kayunya. Dan sebaiknya untuk tempat usaha yg dapat menimbulkan gangguan fisika seperti ini harus berjauhan dengan perumahan penduduk dan menjadi tugas kesling dan pemerintah setempat untuk melakukan peninjauan.
    2.Faktor biologi
    Virus dan bakteri dapat membahayakan bagi kesehatan.Ketika seeorang terinveksi virus dan bakteri maka kekebalan tubuh seseorang akan menurun dan mkin saja akan terserang penyakit lainnya secara bersamaan.Menimbulkan keadaan umum seseorang melemah dan tentuna sangat berbahaya bagi keselamatan.Contoh:seseorang yg terinveksi virus influenza pabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat maka akan menimbulkan demam dan demam berbahaya bila tidak tertangani. Seseorang yg terinfeksi bakteri seperti diare akan menimbulkan dehidrasi pabila tdak mendapatkan penanganan yg tepat sehingga akan berakibat kepada kematian.
    3.Faktor Kimia
    Debu,gas,asap dapat mengganggu saluran pernafasan dan bila dibiarkan akan menimbulkan berbagai penyakit seprti kanker paru,ispa dan lain2 yang bila tdak mendapatkan pelayanan tepatpun bisa menimbulkan kematian. Sebaiknya tenaga kesehatan memberikan pengarahan akan bahayanya dan cara menghindarinya contoh nya dengan menggunakan masker.
    4.Faktor ergonomi
    Pekerjaan yg terlalu di porsir dan mengangkat beban berlebihan bisa mengakibatkan hernia, salah gerakan bisa menyebabkan HNP,dan tentunya akan menjadi sebuah masalah kesehatan bagi penderitanya.
    5.Faktor psikologi
    Hubungan yg baik antar sesama sbg mahklik sosial baik di lingkungan sekitar maupun lingkungan kerja sangat berpengaruh. Contohnya seorang dokter membutuhkan bantuan seorang asisten baik bidan ataupun perawat saat melakukan tindakan operasi. Karna operasi dilakukan dg memperhitungkan waktu dan kecepatan serta ketelitian maka kerjasamalah yg d butuhkan. Bayangkan saja apabila dkter hanya melakukan operasi seorang diri tanpa ahli anastesi ataupun perawat maka proses operasi tidak akan bisa berjalan dan membahayakan nyawa pasien.

    BalasHapus
  26. Bagaimana faktor tersebut dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/bahaya yang ditimbulkan? Sedangkan apa & bagaimana bagi saudara yang bekerja pada pelayanan kesehatan??
    - Faktor biologi : contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia : Gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi : Posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    -Faktor Fisika : Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll

    - Faktor Psikologi : suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.
    Pelayanan kesehatan dituntut untuk dapat melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Untuk itu faktor lingkungan yang sehat seperti pencahayaan yang cukup, suasana kerja yang nyaman dan sehat sangat dituntut untuk mendukung kerja yang maksimal.

    BalasHapus
  27. faktor bahaya lingkungan kerja
    1.fisik iklim kerja perbaduan antara suhu udara, kelemban,penilaian iklim kerja diukur dengan besarnya tekanan panas dgn mengukur indeksi suhu basah dan bola,kebisingan tingginya intesitas suara menyebabkan ganguan fisiologi peningkatan darah tinggi,psikologi mengurangi ganguan kenyamanan
    2.biologi banyak penyakit yang timbul akibat kesehatan dan sanitasi yang buruk,makanan yg tidak dimasak

    BalasHapus
  28. - Faktor fisika Kebisingan bisa menyebabkan gangguan pada pendengarann Penerangan Bisa menyebabkan Gangguan pada penglihatan
    - Faktor biologi,bisa menyebabkan Virus dan bisa menularkan ke orang lain.
    - Faktor kimia seperti Gas,debu, bisa menyebabkan gangguan pernapasan.
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, ketidaknyaman didalam bekerja dapat membuat hubungan sesama rekan kerja tidak baik.

    Sementara hubungannya dengan kesehatan dalam hal ini pelayanan kesehatan sangat berhubungan contohnya Faktor fisika dengan penerangan dokter bedah akan mudah melakukan operasi, Faktor biologi petugas Lab akan lebih mudah untuk kena virus apabila tidak menggunakan masker,Faktor ergonomi kenyamanan dalam bekerja sangat diperlukan seperti kursi pasien dokter gigi,faktor psikologi dengan refresing sesama pegawai maka akan membuat nyaman sesama rekan kerja.

    BalasHapus
  29. Faktor-Faktornya antara lain :

    1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    a) Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.
    Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi.

    b) Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan

    c) Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor.

    d) getaran

    2. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi

    3. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan

    4. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.

    5. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  30. - Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan.

    BalasHapus
  31. banyak hal yang telah disampaikan merupakan K3 industri, tetapi bagaimana jika di tempat kerja saudara (puskesmas, rs, klinik, laboratorium)??

    BalasHapus
  32. 1. Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    2. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    3. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    4. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    5. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  33. 1.Faktor fisika
    Contohmya suara yg bising bisa menyebabkan gangguan pendengaran.Bengkel las adalah salah satu pekerjaan yg bisa menimbulkan kebisingan, sebagai tenaga kesehatan semampu kita memberikan pemahaman kepada si pekerja untuk menggunakan alat pelindung pendengaran.
    2.Faktor biologi
    Bakteri dan virus tentuna bisa menyebabkan
    berbagai penyakit dan berakibat mortalitas bahkan morbiditas. Sebagai perawat seharusnya menggunakan alat perlindungan diri saat melakukan kontak dengan pasien contohnya menggunakan masker saat kontak dg pasien flu ataupun TB, menggunakan handscoon sat kontak dengan pasien hepatitis
    3.Faktor Kimia
    asap rokok tentunya sangat berbahaya bagi kita semua, menyebabkan gangguan pernafasan ataupun gangguan janin bagi ibu hamil. Bebaskan diri kita dan pasien kita dri asap rokok. Karena itu di puskesmas tempat qt bekerja sering terpajang tulisan hindari merokok dan poster2 yg berkaitan ttg rokok supaya masyarakat sadar ttg bahaya rokok.
    4.Faktor ergonomi
    Terlalu lama berdiri sangat berbahaya dan akan menyebabkan hilangnya konsentrasi tentu saja sangat berbahaya. Contohnya dokter dan perawat yg sedang melakukan sebuah tindakan operasi maka akan berdiri dalam waktu yg lama dan b ila konsentrasi hilang maka di kawatirkan akan terjadi kesalahan tindakan, persiapkan kondisi fisik dahulu sebelum melakukan tindakan ini dan jaga stamina.
    5.Faktor Psikologi
    Suasana bekerja yg tidak sehat akan berbahaya bagi stabilitas instansi. Kerjasama adalah hal yg sangat d butuhkan. Ketercapaian program puskesmas hrus dilakukan bersama sama dg seluruh staf puskesmas. Bila tdk ada akerjasama tsbt maka bahayanya adalah derajat kesehatan masyarakat tidak akan tercapai

    BalasHapus
  34. bagaimana pula jika sektor informal?

    apa saja faktor bahaya & risikonya terhadap pekerja? ini semua yang akan mengakibatkan keamanan & kenyamanan bekerja, sehingga terhindar dar adanya kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja. kita harus meminimalkan risiko bahaya di tempat kerja, baik fisik, biologi, kimia, sosial, sehingga meningkatkan produktifitasnya....

    BalasHapus
  35. 1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    a) Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.
    - Radiasi Pengion
    - Radiasi Non Pengion
    b) Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan (Slamet, 2006).
    c) Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor.
    d) Getaran
    · Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo, lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten.
    2. Potensi bahaya kimia, yaitu potensi bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap. asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh. Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh dapat melalui:

    Pernapasan ( inhalation ),
    Kulit (skin absorption )
    Tertelan ( ingestion )
    Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut,kronis atau kedua-duanya.

    Adapun potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh bahan kimia adalah
    a) Korosi
    b) Iritasi
    c) Reaksi Alergi
    d) Asfiksiasi
    e) Kanker
    f) Efek Reproduksi
    g) Racun Sistemik

    3. Potensi bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Dimana pun Anda bekerja dan apa pun bidang pekerjaan Anda, faktor biologi merupakan salah satu bahaya yang kemungkinan ditemukan ditempat kerja. Maksudnya faktor biologi eksternal yang mengancam kesehatan diri kita saat bekerja. Namun demikian seringkali luput dari perhatian, sehingga bahaya dari faktor ini tidak dikenal, dikontrol, diantisipasi dan cenderung diabaikan sampai suatu ketika menjadi keadaan yang sulit diperbaiki. Faktor biologi ditempat kerja umumnya dalam bentuk mikro organisma sebagai berikut :
    a) Bakteri
    b) Virus
    c) Jamur
    d) Mikroorganisme penyebab penyakit di tempat kerja

    BalasHapus
  36. - Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  37. Faktor lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/bahaya yang ditimbulkan :
    1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    2. Potensi bahaya kimia, yaitu potensi bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan, bentuk potensi bahaya debu, gas, uap. asap; daya acun bahan (toksisitas); cara masuk ke dalam tubuh. Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh dapat melalui:Pernapasan (inhalation),kulit (skin absorption),dan tertelan(ingestion).
    Adapun potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh bahan kimia adalah korosi,iritasi, reaksi alergi, asfiksiasi, kanker, efek reproduksi, dan racun sistemik
    3. Potensi bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Dimana pun Anda bekerja dan apa pun bidang pekerjaan Anda, faktor biologi merupakan salah satu bahaya yang kemungkinan ditemukan ditempat kerja. Maksudnya faktor biologi eksternal yang mengancam kesehatan diri kita saat bekerja. Namun demikian seringkali luput dari perhatian, sehingga bahaya dari faktor ini tidak dikenal, dikontrol, diantisipasi dan cenderung diabaikan sampai suatu ketika menjadi keadaan yang sulit diperbaiki.
    4. Potensi bahaya fisiologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau yang disebabkan oleh penerapan ergonomi yang tidak baik atau tidak sesuai dengan norma-norma ergonomi yang berlaku, dalam melakukan pekerjaan serta peralatan kerja, termasuk : sikap dan cara kerja yang tidak sesuai, pengaturan kerja yang tidak tepat, beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja ataupun ketidakserasian antara manusia dan mesin.
    5. Potensi bahaya Psiko-sosial, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis keenagakerjaan yang kurang baik atau kurang mendapatkan perhatian seperti : penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan bakat, minat, kepribadian, motivasi, temperamen atau pendidikannya, sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja yang tidak sesuai, kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya sebagai akibat kurangnya latihan kerja yang diperoleh, serta hubungan antara individu yang tidak harmoni dan tidak serasi dalam organisasi kerja. Kesemuanya tersebut akan menyebabkan terjadinya stress akibat kerja.
    6. Potensi bahaya dari proses produksi, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh bebarapa kegiatan yang dilakukan dalam proses produksi, yang sangat bergantung dari: bahan dan peralatan yang dipakai, kegiatan serta jenis kegiatan yang dilakukan. Potensi bahaya keselamatan terdapat pada alat/mesin, serta bahan yang digunakan dalam proses produksi, seperti forklift (tertabrak), gancu (tertusuk), pallet (tertimpa), dan bahan baku (tertimpa, terjatuh dari tumpukan bahan baku), feed additive (kerusakan mata akibat terkena debu feed additive), cutter, mesin bubut/las (kerusakan mata akibat terpercik geram, lecet akibat terkena part panas, dan kerusakan paru-paru akibat terhirup debu las), luka bakar akibat kebocoran gas, terjepit part, semburan panas dari blow down otomatis, kebakaran, dan peledakan.

    BalasHapus
  38. Faktor bahaya yang dtimbulkan yaitu:
    -faktor fisik,yaitu suara bising,cahaya,radiasi
    -faktor biologi,yaitu prncemaran dilingkungan yang berasal dari udara.manusia
    -faktor kimia,yaitu gas,debu,uap,asap
    -faktor psikologi yaitu kenyaman kerja
    -faktor ergonomi yaitu cr kerja,posisi kerja,alat kerja,lingkunga kerja,kontruksi ergonomis.
    Hubungan dibidang kesehatan, segala macam tindakan akan memiliki resiko yang dapat menyebabkan bahaya, banyak contoh misalkan pd penggunaan alat dan obat serta zat-zat kimia.

    BalasHapus
  39. 1. Faktor Fisika
    Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    2. Faktor biologi
    Contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    3. Faktor kimia
    Gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    4. Faktor ergonomi
    Posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    5. Faktor Psikologi
    Suasana pekerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    BalasHapus
  40. Saya akan mencoba memberikan contoh2 kemungkinan yg terjadi dilingkungan kerja saya, yakni dikantor PT Askes:
    '- Faktor Fisika, misalnya penerangan yang kurang baik dapat membuat kerja mata akan bekerja lebih ekstra untuk melihat apalagi membaca tulisan, hal ini bila didiamkan terusmenerus dpt menurunkan fungsi mata,sedangkan pd paparan radiasi seperti radiasi komputer dpt menurunkan fungsi mata dan melelahkan kerja otak.
    - Faktor biologi, misalnya virus menyebabkan orang di lingkungan kerja mudah terinfeksi, ruangan tertutup karena terpasang AC menyebabkan mudah menyebarkan penyakit.
    - Faktor kimia, misalnya gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan dan gangguan pada pernafasan
    - Faktor ergonomi, misalnya tenaga terlalu diporsir bisa membuat kelelahan dan kurang tidur.
    - Faktor Psikologi, misalnya hubungan dengan rekan kerja, apabila hubungannya tidak baik maka membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja

    BalasHapus
  41. faktor2nya :
    Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  42. Faktor – factor tersebut dapat menimbulkan bahaya dari zat – zat kimia yang ditimbulkan yang dapat mengakibat pakerja keracunan, kuman- kuman biologis yang dI hasilkan yang bertebaran di udara bias menimbulkan penyakit Ispa, TB paru dll, tidak menempatkan pekerja pada kondisi atau tidak sesuai dengan keahliannya ini bias menimbulkan bahaya pada saat menjalankan pekerjaan sehingga reriko kecelakaan kerja sangat besar.

    BalasHapus
  43. 1. Faktor Fisika,
    Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    2. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    3. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    4. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    5. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  44. 1. faktor lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya dan apa dampak/ bahaya yang ditimbulkan?

    Faktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya di tempat kerja(occupational health hazards) adalah bahaya : (i) Faktor fisik (panas, cahaya, noise, vibrasi, ioniasing radiation, debu, tekanan, suhu, listrik, gelombang elektromagnitik, dll ), (ii) Faktor kimia ( logam berat, non logam, gas, vapor, uap, fume, asap , dll), (iii) Biologie ( jamur, bakteri, fungi, serangga, dll), (iv) Ergonomi.
    Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur, protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi.
    Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu (i) yang menyebabkan infeksi dan (ii) non-infeksi.
    Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi (i) organisme viable, (ii) racun biogenik dan (iii) alergi biogenik.

    2. Pencegahan dan Pengendalian Bahaya di Pelayanan Kesehatan
    Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat Infeksi. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.

    Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat Penting untuk melindungi pasien, petugas juga pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi karena dirawat, bertugas juga berkunjung ke suatu rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas profesional: Klinisi, Perawat, Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS, Sanitasi & Housekeeping, dan lain-lain sehingga perlu wadah berupa Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

    Strategi pencegahan dan pengendalian infeksi terdiri dari:

    Peningkatan daya tahan penjamu, dapat pemberian imunisasi aktif (contoh vaksinasi hepatitis B), atau pemberian imunisasi pasif (imunoglobulin). Promosi kesehatan secara umum termasuk nutrisi yang adekuat akan meningkatkan daya tahan tubuh.
    Inaktivasi agen penyebab infeksi, dapat dilakukan metode fisik maupun kimiawi. Contoh metode fisik adalah pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi) dan memasak makanan seperlunya. Metode kimiawi termasuk klorinasi air, disinfeksi.
    Memutus mata rantai penularan. Merupakan hal yang paling mudah untuk mencegah penularan penyakit infeksi, tetapi hasilnya bergantung kepeda ketaatan petugas dalam melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan.

    BalasHapus
  45. -Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita.
    - Faktor biologi, contohnya pekerjaan di bagian sanitasi, sampah-sampah medis dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan sekitarnya.
    - Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan keracunan, gangguan pernafasan.
    - Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    - Faktor Psikologi, suasana pekerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, di bagian sanitasi pengolahan sampah medis yang tidak tepat dapat mencemari lingkungan, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus
  46. 1.faktor fisika
    suara bising dan penerangan yg kurang dapat mengganggu pekerja dan mengganggu konsentrasi sehingga tidak fokus
    2.faktor biologi sebagai contoh org yg bekerja di laboratorium jika tidak berhati hati dapat menyebabkan pencemaran
    3.faktor kimia seperti gas, debu, uap dan asap dapat ,mengganggu pernafasan dan dapat menyebabkan keracunan
    4.faktor ergonomi seperti berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan sehingga sangat berbahaya jika menggunakan alat saat konsentrasi berkurang
    5.faktor psikologi suasana tempat bekerja yg tidak nyaman dpt menjadi beban tersendiri bagi pekerja

    BalasHapus
  47. faktor2nya :
    1. Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar, misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi.
    a) Radiasi
    Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.
    Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi.

    b) Kebisingan
    Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan, saat ini kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan

    c) Penerangan / Pencahayaan ( Illuminasi )
    Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor.

    d) getaran

    pada pelayanan kesehatan kita dapat mencegah bahaya dengan menggunakan APD seperti handscon:dilakukan saat melakukan pertolongan persalian,masker pada saat pemeriksaan pasien TB,scot untuk menghindari percikan darah pada saat menolong persalinan,sepatu/sendal tertutup untuk melindungi dari darah atau kotoran lain pada saat menolong persalinan.

    BalasHapus
  48. Faktor Biologi,Bahaya yang berasal dari kuman yang berada di udara, atau dari manusia yang memiliki sumber penyakit tertentu.
    Faktor Fisika, Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita.
    Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja
    Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan.
    untuk pelayan kesehatan sangat mempengaruhi karena keselamatn kerja

    BalasHapus
  49. 1. Faktor Fisika,
    Suara bising dan penerangan yang kurang dapat menyebabkan kita tidak mendengar atau melihat dengan jelas ada orang/alat yg sedang bekerja disekitar kita, getaran dapat menyebabkan barang-barang berjatuhan,dll
    2. Faktor biologi, contohnya pekerjaan di laboratorium, apabila kurang berhati-hati dapat menyebabkan pencemaran atau menyebabkan orang di lingkungan kerja terinfeksi
    3. Faktor kimia, gas, debu ,uap asap dapat meyebabkan kita keracunan, terganggu pernafasan
    4. Faktor ergonomi, posisi yang tidak benar, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang akhirnya kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja, apabila menggunakan alat saat kelelahan sangat berbahaya.
    5. Faktor Psikologi, suasana pejkerjaan dengan rekan kerja, beban kerja terlalu berat membuat kita menjadi tidak nyaman dalam bekerja.

    Hubungan dengan pekerjaan dipelayanan kesehatan faktor-faktor tsb juga sangat mempengaruhi, contohnya saat melakukan tindakan medis dalam suasana cahaya yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan tindakan, untuk rekan yg bekerja di lab kimia atau mikrobiologi apabila tidak hati-hati dapat terinfeksi, demikiaqn juga pengaruh faktor ergonomi yang dapat menyebabkan kelelahan akan menyebakan kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan pelayanan kesehatan, dan faktor psikologi, masalah dengan rekan kerja, dengan pasien dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja melakukan pelayanan kesehatan

    BalasHapus